196 Sawa dan 103 Ngelungah Diupacarai dalam Ngaben Massal Desa Adat Batur
BANGLI – Sebanyak 196 sawa dan 103 ngelungah mengikuti prosesi Puncak Karya Pitra Yadnya Nyekah/Ngasti atau Ngaben Massal Desa Adat Batur Tahun 2026. Puncak pelaksanaan upacara berlangsung pada Kamis (3/9/2026) di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Dalam prosesi tersebut, tiga buah wadah digunakan sebagai sarana upacara. Ketiga wadah kemudian diarak dari kawasan sebelah selatan Pura Batur/Tuluk Biyu Batur menuju Setra Adat Batur.
Rangkaian upacara telah dimulai sejak pagi dengan prosesi Ngening ke Pelisan yang dilanjutkan dengan Puning Ngelungah. Memasuki siang hari, prosesi diteruskan dengan mengantar sawa menuju sarana wadah sebelum kemudian diarak bersama menuju Setra Adat Batur.
Ketua Panitia Pitra Yadnya Desa Adat Batur, Ir. I Nengah Wasana, mengatakan pelaksanaan Ngaben Massal tersebut dapat terlaksana berkat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Persiapan upacara dilakukan selama kurang lebih satu bulan.
“Kegiatan ini tidak bisa terlaksana tanpa kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Selama kurang lebih satu bulan terakhir, masyarakat bersama-sama ngayah dan mempersiapkan seluruh rangkaian upacara,” ujar Wasana.
Menurutnya, pelaksanaan Pitra Yadnya juga menjadi salah satu bentuk kewajiban terakhir keluarga kepada anggota keluarga yang telah meninggal. Karena itu, seluruh rangkaian upacara dipersiapkan dengan sebaik mungkin.
Selama masa persiapan, masyarakat turut terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyiapkan sarana upacara hingga membantu kelancaran seluruh rangkaian prosesi. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ngaben Massal yang diikuti ratusan sawa dan ngelungah.
Wasana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, panitia, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pitra Yadnya tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah terlibat dan memberikan dukungan. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan apa yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Pitra Yadnya ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Di sisi lain, pelaksanaan puncak karya yang melibatkan banyak masyarakat, ditambah prosesi pengarakan wadah menuju Setra Adat Batur, berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Batur.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut diimbau untuk memaklumi kegiatan upacara dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif selama prosesi berlangsung. Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas keamanan serta petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
Puncak Karya Pitra Yadnya Nyekah/Ngasti atau Ngaben Massal Desa Adat Batur Tahun 2026 menjadi bagian penting bagi keluarga yang melaksanakan yadnya. Selain sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah meninggal, pelaksanaan upacara tersebut juga mencerminkan kuatnya kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Adat Batur dalam menjalankan kewajiban adat.
