Pencarian Nenek 79 Tahun di Nusa Penida Dihentikan, Tim SAR Belum Temukan Korban

 

Pencarian Nenek 79 Tahun di Nusa Penida Dihentikan, Tim SAR Belum Temukan Korban

KLUNGKUNG – Operasi pencarian terhadap Ni Nyoman Selir (79), warga Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, resmi dihentikan setelah tim SAR gabungan melakukan upaya penyisiran secara intensif selama empat hari. Keputusan penghentian operasi diambil melalui rapat evaluasi yang melibatkan keluarga korban, Basarnas, TNI, Polri, perangkat desa, serta unsur relawan pada Minggu (30/8/2026).

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan seluruh prosedur pencarian telah dilaksanakan secara maksimal sesuai standar operasi pencarian dan pertolongan. Meski berbagai metode telah diterapkan, hingga hari terakhir operasi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Seluruh area yang dicurigai sudah kami sisir bersama tim SAR gabungan. Operasi resmi dihentikan setelah dilakukan evaluasi bersama keluarga dan seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.

Ni Nyoman Selir dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu pagi, 24 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, perempuan lanjut usia tersebut terakhir terlihat berjalan seorang diri menuju kawasan Bukit Semaya. Karena tidak kunjung kembali hingga sore hari, keluarga bersama warga langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar kebun, jalur setapak, hingga kawasan perbukitan.

Pencarian yang dilakukan masyarakat berlangsung selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang. Menindaklanjuti laporan tersebut, operasi SAR gabungan resmi dimulai pada Kamis (27/8/2026) dengan melibatkan personel dari Basarnas, Polsek Nusa Penida, Koramil, BPBD, aparat desa, relawan, dan masyarakat setempat.

Selama empat hari operasi, tim membagi personel ke dalam beberapa regu untuk menyisir medan yang cukup berat. Kawasan Bukit Semaya, tebing, semak belukar, hingga sejumlah jalur yang diduga dilalui korban menjadi fokus utama pencarian. Tim juga menggunakan peralatan pencarian darat serta mengerahkan satu ekor anjing pelacak dari SAR Dog Indonesia guna membantu mendeteksi jejak korban.

Kondisi geografis Nusa Penida yang didominasi perbukitan, vegetasi lebat, dan kontur berbatu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Meski demikian, pencarian dilakukan dari pagi hingga menjelang petang setiap harinya dengan memperluas radius penyisiran secara bertahap.

Hasil evaluasi pada hari keempat menyimpulkan bahwa seluruh area prioritas telah diperiksa tanpa membuahkan hasil. Atas dasar pertimbangan tersebut, keluarga menerima keputusan penghentian operasi SAR resmi.

Meski operasi telah ditutup, Kompol I Ketut Kesuma Jaya menegaskan kasus orang hilang tersebut tidak dinyatakan selesai. Pihak kepolisian tetap membuka kemungkinan dilakukannya pencarian lanjutan apabila di kemudian hari muncul informasi baru yang dapat mengarah pada keberadaan korban.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Nusa Penida, agar segera melapor apabila melihat atau memperoleh informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keberadaan Ni Nyoman Selir. Informasi tersebut akan segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Hingga saat ini, keberadaan Ni Nyoman Selir masih belum diketahui, sementara pihak keluarga berharap adanya petunjuk baru yang dapat membantu mengungkap keberadaan korban.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama